Ketika harap menjadi tiada mengerti terisak ku berjalan tanpa tahu kapan kau bisa kurengkuh kenapa kau biarkan aku berjalan di kegelapan seorang diri, apakah aku akan membiarkan gelap menutup jendela Cahaya mata malam dilangit membenturkan aku, pada kenyataan aku sungguh mendambamu, entah apakah aku mampu tegak berdiri tanpamu, apakah aku akan tersadar dari mimpi buruk dan kembali pada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar